Judul buku : P.S. I Like You
Pengarang : Kasie West
Penerjemah : Airien Kusumawardhani
Penerbit : Spring
Cetakan I, November 2016
Sinopsis
Saat sedang melamun di kelas Kimia, Lily menuliskan sebaris lirik lagu favoritnya di meja. Hari berikutnys, dia menemukan seseorang telah melanjutkan lirik itu dan bahkan menulis pesan untuknya.
Tak lama, Lily dan sahabat pena misteriusnya itu mulai berbagi surat dan rahasia, saling memperkenalkan band favorit mereka, dan mulai terbuka satu sama lain. Bahkan, Lily merasa mulai menyukai orang yang menulis surat-surat itu. Hanya saja, siapa dia?
Lily mencoba mencari tahu siapa teman misteriusnya, tapi siapkah dia mengetahui kebenarannya?
Lily merupakan siswa yang sangat membenci pelajaran Kimia yang dibawakan oleh Mr.Ortega. Awal bab buku dimulai dengan 3 kalimat kocak di buku catatan hijau-ungu kesayangannya yang ditulis Lily ketika bosan di kelas Kimia. Walaupun ujung-ujungnya nggak ada yang bener juga apa yang ditulis Lily. Hingga akhirnya, di penghujung bosannya, dia menulis seuntai lirik dari band kesayangannya di meja ketika pelajaran Kimia.
Hingga keesokan harinya ketika Lily kembali dihadapkan pada pelajaran Kimia yang menyebalkan, ia melihat sebuah kalimat baru di atas mejanya. Melanjutkan lirik lagu yang Lily tulis. Dengan bingung bercampur semangat, Lily mulai membalas hingga berakhir dengan tanda panah yang mengarah pada bawah meja. Tukar-tukaran surat mulai terjadi saat itu, bukan hanya bait lirik lagu, namun juga rahasia hidup masing-masing, yang diselipkan di bawah meja. Dan kelas Kimia menjadi kelas yang ditunggunya di setiap hari Senin.
Seiring waktu, Lily mulai penasaran. Priakah? atau perempuan kah yang menjadi teman suratnya selama ini. Siapa yang menyangka bahwa surat tersebut akan membawanya pada perasaan cinta.
Review
P.S. I Like You adalah buku pertama dari Kasie West yang aku baca. Aku cukup menikmatinya sejak awal bab 1 yang menurutku antimainstream. Plotnya cukup cepat. Dan menarik.
Sejak awal, aku sudah tertarik sama persahabatan Lily dan Isabel. Manis untuk yang disebut sahabat. Tapi jangan berfikir bahwa cerita ini hanya berpusat pada surat menyurat. Blurbnya memang mengatakan surat. Tapi, menurut aku, kontes membuat lirik jadi hal utama yang bikin cerita ini menjadi mengalir dan unik, yang menurut aku surat hanya sebagai media saja.
Buku ini gak pernah aku lepas selama dua hari karena aku menantikan interaksi manis apalagi yang terjadi, apa yang mereka bahas, dan bagaimana mereka menanggapi ketika mereka mengungkapkan sisi buruk mereka. Aku suka isi surat mereka yang penuh humor, tapi ada luka dibaliknya. Dan aku setuju dengan Lily bahwa dari surat-surat tersebut, karakter mereka yang aslilah yang sebenarnya. Aku langsung jatuh cinta dengan sahabat pena Lily begitu tau karakternya.
Kau memengaruhiku dengan mantera. Dengan seluruh rahasia yang kau buka. Tidak mampu kuhentikan. Tolong jangan hentikan.
Bukan hanya jalan ceritanya yang menarik dan segar, i'm crazy for Lili's family. Menurut aku, keluarga Lily ini juga jadi salah satu faktor ceritanya menjadi sedikit desperate,. Misalnya Johan dan Wyatt, adik Lily.
Tapi ada beberapa tokoh yang menurut aku "gak papa lah kalau gak ada" dan sampai detik ini aku gak ngerti sama tujuan tokoh ini apa. Contohnya si David. Tapi David kalau gak ada, akan mengurangi list dari laki-laki yang dicurigai Lily sebagai sahabat penanya. Selain David, diceritakan juga salah satu orang yang disukai Lily, Lucas, serta hubungan persahabatannya dengan Isabel dan mantan pacar Isabel.
Tapi ada beberapa tokoh yang menurut aku "gak papa lah kalau gak ada" dan sampai detik ini aku gak ngerti sama tujuan tokoh ini apa. Contohnya si David. Tapi David kalau gak ada, akan mengurangi list dari laki-laki yang dicurigai Lily sebagai sahabat penanya. Selain David, diceritakan juga salah satu orang yang disukai Lily, Lucas, serta hubungan persahabatannya dengan Isabel dan mantan pacar Isabel.
Sekali baca buku ini akan jelas kalau ada dua karakter yang paling berpengaruh selain Lily disini yaitu Cade dan Sasha. Sasha tipikal queen bee nya SMA. Muncul sebagian di beberapa bab awal, dan baru mulai difokuskan pada Sasha dan Lily di beberapa bab akhir. Karena tentu saja berhubungan dengan surat-surat itu. Walaupun Sasha tipikal "cewek eksis" di sekolahnya, bukan berarti dia jadi karakter yang kuat, karakter yang mem-bully Lily. Untung aja dia gak seperti itu. Untuk Cade, yah seperti cowok populer di high school. Tampan, gagah, dan tentu saja gak sesempurna itu. And btw, dia mantan pacar Isabel.
Beralih ke konflik, aku rasa di buku ini gak ada konflik yang benar-benar kuat. Buku ini memang murni menceritakan surat-menyurat, dan konflik yang terjadi hanya seperti "bumbu". Karena itu aku berani bilang, selain genre buku ini Young-Adult, aku pikir juga Slice of Life, karena memang hampir tidak ada yang bisa disebut konflik. Masalah dengan Sasha pun tidak sampai menghabiskan beratus-ratus halaman.
Dari semua hal menyegarkan, ringan serta berkesinambungan antara tokohnya, ada satu hal yang aku sayangkan tidak dituntaskan hingga akhir cerita. Contohnya Lily menang atau nggak kontes bikin lirik lagunya. Salah satu pembaca luar komentar tentang hal ini dan dijawab oleh pengarangnya kalau dia pikir cerita ini inti buku ini bukan dari kontes bikin liriknya.
Menurut aku sayang sekali kalau tidak dituntaskan, mau hasilnya bagaimanapun, karena lirik ini cerita antar Lily dan sahabat penanya.
Walau ada kekurangan seperti itu, bukan berarti buku ini gabisa dinikmati. Seperti yang udah aku katakan, ceritanya segar, karakter para tokohnya manis dan simple, surat-suratnya bikin penasaran, belum lagi ada selipan-selipan humor di keluarga Lily, lengkap deh isi ceritanya.
Recommended untuk temen-temen yang suka cerita yang mendebarkan, diselingi cengiran kecil. Happy reading :)




0 Komentar